Terkini :

  • Salam sejahtera bagi semua. Irini pasi. Selamat datang di Evangelismos Katolik Timur. Kami mensyiarkan Gereja-Gereja Timur yang bersatu dengan Roma; dan ada dalam himpunan Gereja Katolik sedunia. Yaitu Gereja-Gereja Timur yang untuk saat ini tidak tergabung dalam himpunan Gereja-Gereja Ortodoks.
  • Mohon ingatlah seluruh saudara-saudari Kristiani di dalam doa-doa saudara, khususnya mereka yang berada dalam hambatan dan penganiayaan. Salah satu doa yang dapat digunakan dapat dibaca DI SINI
  • Ayo bergabung dengan Page Facebook "Gereja Katolik Timur Indonesia" DI SINI
  • "First Without Equal". Tanggapan terhadap Patriarkat Moskow (Gereja Ortodoks Rusia) tentang Primasi. Terambil dari Situs resmi Patriarkat Konstantinopel (Gereja Ortodoks Konstantinopel) DI SINI. Atau dari Situs resmi Metropolitan Ortodoks Patriarkat Ekumenis di Hong Kong dan Asia Tenggara DI SINI
  • Penjelasan, Antifon, Teks Liturgi Pesta dan Hari Raya penting, dapat ditemukan DI SINI
  • Halaman depan dapat ditemukan DI SINI

Minggu, 11 Agustus 2013

Tertidurnya St Maria, Pengangkatan dan Pemuliaannya di Surga : Bukti Pemenuhan Janji Kristus






 Tradisi Gereja-Gereja Timur yang menggunakan Ritus Bisantin (termasuk pula sebagian dari 22 Gereja-Gereja Katolik Timur, seperti misalnya adalah Gereja Katolik Melkit dan Gereja Katolik Yunani Ukraina; begitu pula dengan Gereja-Gereja Ortodoks Timur) merayakan tanggal 15 Agustus sebagai H.R. Tertidurnya St Maria Bunda Allah. 


 
Sedangkan Gereja Katolik Romawi merayakannya dengan sebutan H.R. St Maria Diangkat Ke Surga. Gereja-Gereja Katolik Timur menerima dalam iman bahwa setelah tertidurnya St Maria di dunia, ia diangkat ke surga dan dimuliakan di surga. St Maria adalah contoh/bukti pertama dari pemenuhan janji Yesus Kristus bahwa “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaku, tidak akan mati selama-lamanya” (Yoh 11:25-26).

Walau tidak pernah secara eksplisit disebutkan di dalam Kitab Suci bahwa St Maria meninggal, lalu diangkat ke surga dan dimuliakan; namun peristiwa ini sudah mulai diperingati oleh umat beriman sejak tahun 400an.

Pada bagian paling atas tulisan ini, dapat ditemukan sebuah gambaran tertidurnya St Maria Bunda Allah dan pemahkotaannya (pemuliaannya) di surga, yang terdapat di altar utama Basilika St Maria Maggiore di Roma.

Pada bagian paling bawah tulisan ini, dapat ditemukan altar Maria di Katedral Jakarta yang menggambarkan peristiwa tertidurnya St Maria (di bawah tabernakel); pengangkatannya ke surga (sebelah kiri tabernakel); dan pemahkotaannya (pemuliaannya) di surga (sebelah kanan tabernakel).


Berikut ini adalah sebuah pengajaran mengenai H.R. Tertidurnya St Maria Bunda Allah oleh seorang imam dari Gereja Katolik Yunani Ukraina (UGCC), yang merupakan salah satu dari 22 Gereja-Gereja Katolik Timur. Gereja Katolik sedunia terdiri dari himpunan 22 Gereja Katolik Timur dan 1 Gereja Katolik Romawi yang seluruhnya bersatu dengan Paus Roma. Pengajaran ini disampaikan di sebuah film yang diupload di Youtube oleh Eparki (yaitu Keuskupan) St Josaphat, Parma Ohio di Amerika Serikat. Agar membantu pesan tersebut dipahami, maka pesan telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia untuk keperluan syiar.
  

Dengan merayakan Hari Raya Tertidurnya St Maria Bunda Allah pada tanggal 15 Agustus, maka berarti kita telah mendekati berakhirnya masa kalender liturgi gereja Ritus Bisantin.  Hari Raya pertama dalam kalender liturgi Ritus Bisantin adalah H.R. Kelahiran St Maria Bunda Allah yang dirayakan pada tanggal 8 September. Karena inkarnasi Yesus Kristus menjadi manusia terjadi berkat perkataan “Ya” yang diucapkan oleh Maria. (Maka kehadiran Maria merupakan awal dari dimulainya karya keselamatan oleh Allah). Dan sepanjang tahun liturgi, kita berbicara mengenai Maria. Kini, Gereja berbicara mengenai tertidurnya St Maria.

Jika kita memperhatikan ikon dari Tertidurnya St Maria Bunda Allah, maka kita dapat melihat arti penting peristiwa ini. St Maria Bunda Allah diperlihatkan terbaring dengan dikelilingi oleh para Rasul. Sedangkan Kristus diperlihatkan pada posisi yang lebih tinggi, tengah membopong sesosok bayi yang diselubungi kain lenan, dan membawa sosok bayi itu kepada kemuliaan surga. Sosok bayi dalam ikon tersebut tidak lain adalah St Maria Bunda Allah (yang disimbolkan dengan sosok bayi untuk menggambarkan kesucian, kemurnian dan ketergantungan sepernuhnya kepada Allah; lahir baru dalam Kerajaan Allah di surga) yang dibawa oleh Putra-nya sendiri kedalam Kerajaan Surga.

Tradisi Kristen Bisantin kita berbicara mengenai St Maria Bunda Allah dengan cara yang indah dikarenakan begitu pentingnya St Maria dalam misteri iman Kristen. Dia disebut sebagai “Sumber Kehidupan” karena di dalam dirinya lah “Sang Kehidupan Dunia” (yaitu Yesus Kristus) menjadi manusia. Akibat dari dosa adalah kematian, tubuh yang membusuk, sakit penyakit, dan penderitaan. Namun Tuhan, “Kehidupan Kita Yang Sejati”, berkenan tinggal di dalam rahim Maria, maka tidak ada dosa dan kebinasaan di dalam dia. Ketika Yesus Kristus bangkit dari kematian, makam tidak mampu menahan Dia karena dosa tidak ada pada-Nya. Gereja mengatakan hal yang serupa (namun tidak sama) mengenai St Maria, karena dia menerima Tuhan di dalam dirinya. Gereja mengangkat pujian : “Kemuliaanmu penuh keharuman. Bersinar dengan rahmat dalam cahaya ilahi.”

Kita semua yang telah mati bersama dengan Kristus kelak (di akhir jaman) akan mengalami pembalikan yang sama. Kita dijanjikan untuk dikaruniai kehidupan kekal di dalam Kerajaan Surga, sama dengan yang telah dialami oleh St Maria Bunda Allah. Dengan kata lain, Hari Raya ini memperingati bukti pertama puncak dari misteri ini (yaitu kebangkitan dan kehidupan kekal umat manusia sebagaimana dijanjikan oleh Kristus). Gereja selalu mengerti benar bahwa tertidurnya St Maria, serta terangkatnya tubuh dan jiwanya ke surga, meneguhkan bahwa kita akan dibangkitkan dan dimuliakan kembali kepada kehidupan.

St Maria merupakan semacam ikon (gambaran) tentang karya keselamatan yang dilakukan Allah. Maka Gereja pun mengangkat puji-pujian : “Hari ini surga telah terbuka bagi Maria yang telah melahirkan Dia Yang Tidak Dapat Ditampung Oleh Apapun Juga”. St Maria Bunda Allah adalah juga ibu kita semua. Dan dia adalah ikon (gambaran) kita pula. Dia disebut sebagai “Ikon Gereja” (Gambaran Gereja). Karena perkataan “Ya” Maria kepada Allah, maka ia dapat hidup sepenuhnya di dalam Kristus berkat rahmat Allah. Karena hal inilah (yaitu hidup di dalam Kristus), maka ia menemukan Hidup meskipun mati. Ia pun tidak pernah mengalami pembusukan. Dan ia tidak mengabaikan dunia. St Maria mengalami buah pertama dari karya keselamatan Kristus. Dan kita merayakannya, karena kita semua diundang untuk turut pula mengalami hal yang sama (yaitu kebangkitan, kemuliaan dan hidup yang kekal bersama Kristus).

Altar Maria di Katedral Jakarta

Tuhan Yesus Kristus bersabda,
“Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.”
“Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” (Yoh 6:39-40)



( Ditulis dan terjemahan oleh DCS Evangelismos Katolik Timur. Sumber film : “Dormition of The Theotokos” oleh St Josaphat Eparchy pada Youtube. Sumber foto : “Basilika St Maria Maggiore” oleh www.vatican.va ; Imam Eparki St Josaphat oleh St Josaphat Eparchy pada Youtube ; “Altar Maria di Katedral Jakarta” oleh www.katedraljakarta.or.id  )



Artikel terkait :






Tidak ada komentar:

Posting Komentar